EASY WAYS TO LEARN TECH

Penyakit Berbahaya Sering Diabaikan: Depresi

  • Share
penyakit-berbahaya-sering-diabaikan-depresi
Ilustrasi – Depresi (Foto: Pixabay/darksouls1)

Bogor, kesepian atau ketika kita kehilangan orang yang tersayang, tapi kadang ada sesuatu yang sebenarnya lebih dari sekedar rasa sedih, penyakit berbahaya yang sering diabaikan ialah depresi.

Ini bukan cuma fase atau perasaan sedih aja. Depresi itu penyakit yang bisa pengaruhi pikiran perilaku atau bahkan sampai kualitas hidup kita. Saking terpuruknya sebagai orang inibisa kehilangan motivasi buat beraktifitas.

Depresi juga menjadi penyebab disabilitas nomor satu di dunia. Ratusan juta orang harus bertarung melawannya setiap hari dimana belasan jutanya adalah saudara setanah air kita sendiri. Dan sedihnya banyak dari mereka yang tidak mendapatkan pertolongan.

Bahaya karena paling parahnya itu bisa bikin seseorang mengakhiri hidupnya. Bayangin mungkin kita melihat teman atau keluarga kita keliatan lagi seneng. Ternyata bisa aja lagi berjuang di kondisi ini dan butuhin bantuan.

Apa yang Bikin Orang Sebenarnya jadi Depresi?

Depresi itu nyatanya rumit, scientist bilang kalau penyakit ini bisa kejadian karena adanya ketidakseimbangan zat kimia di otak.

BACA JUGA : Hujan Paling Mematikan Di Alam Semesta

Tapi bukan cuma itu nyatanya ada faktor lain berkontribusi. Kayak contohnya, genetik pasien dengan penyakit tertentu ternyata juga lebih mungkin untuk mengalami penyakit ini. Tentunya faktor lingkungan yang terauma. Kurang dapetin support kehilangan orang tersayang sampai masalah hubungan semua ikutan berpengaruh dalam nimbulin kondisi depresi.

Tapi Sebenarnya Gimana Cara Kita Tahu Seseorang itu Mengidap Depresi?

Dikutip dari Video Youtube KokBisa?, tentunya kita nggak bisa nentuin sendiri dan harus ke dokter. Kalau menurut panduan yang ada seenggaknya butuhin lima dari sembilan gejala berikut ini buat seseorang dibilang kena depresi.

  1. Mengalami perasaan sedih, hampa, tidak ada harapan, dsb.
  2. Kehilangan hasrat atau kesenangan dalam melakukan aktivitas.
  3. Mengalami penurunan atau kenaikan berat badan yg signifikan.
  4. imsomnia atau hipersomnia.
  5. Agitasi atau keterbelakangan psikomotor selama hampir setiap hari.

Kita pun juga bisa nganggep kalo orang ngalamin gejala yang sama. Karena ibarat lautan tiap orang bisa ngalamin di tingkat kedalaman yang beda-beda. Mereka yang depresi ringan, ngalamin beberapa gejala yang mungkin bisa ngeganggu tapi masih bisa dikontrol untungnya.

Tapi buat mereka yang alami depresi sedang mungkin mereka merasa pengalaman yang sama tapi dalam tingkatan yang lebih parah. Jauh di dalamnya lautan ada mereka yang paling ngebutuhin pertolongan. Mereka yang dengan berat ngalamin gejala yang sampai ngeganggu kegiatan mereka sehari-hari, bahkan timbulin prasaan ingin mengakhiri hidup ini.

Satu hal yang mesti kita ingat depresi itu bukan akhir segalanya. Walaupun terkadang rasanya kayak gitu, penyakit ini bisa di tanganin. Jadi selain tahu kondisi mereka penting juga buat ajak mereka nyari pertolongan dari tenaga medis profesional. Atau seenggaknya kita jadi teman yang siap ngebantu di kondisi kayak gini dan tenang. Sehingga perlu malu buat minta bantuan karena sama halnya kayak sakit yang lain penyakitnya, bukan tanda kalau kita lemah melainkan emang cuma butuh diobatin.

jadi itu dia penyakit yang nggak sembarangan. Tapi penyakit berbahaya depresi ini masih sering diabaikan dan disalah pahami, makanya penting buat kita nemenin dengerin dan ngajak yang lagi di kondisi ini buat nyari bantuan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *